Saya membuat blog ini bertujuan memberi sumbansih terhadap anak didik saya khususnya dan pembaca umumnya terhadap masalah kegiatan keagamaan di sekolah dan materi lainnya yang berkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan di lembaga formal. Semoga sajian kami dapat bermanfaan bagi kita sekalian Amiin. Blog ini disusun oleh sang fakir Mr. KASIADI, S.Ag.,S.Pd. salah seorang guru di SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto dan SMA PGRI Mojosari - Mojokerto
Rabu, 15 September 2010
seminar romadhon 1431 H/2010 M di SMA Negri 1 Ngoro Mojokerto
HAKEKAT PUASA RAMADHAN
Oleh Mr. Kasiadi, S.Ag.,S.Pd.
Pondok Romadhon: Sabtu, 14 Agustus 2010
A. PENDAHULUAN
Ramadhan adalah salah satu bulan yang sangat istimewa, di dalamnya terdapat limpahan rahmat, samudera maghfiroh dan lailatul qodar(malam yang lebih baik dari seribu bulan). Oleh karena itulah, umat Islam harus senantiasa beramal dan bersemangat dalam beribadah untuk meraih kesempatan emas tersebut.
B. PERMASALAHAN
1. Apa dasar hukumnya kita berpuasa?
2. Apa sebenarnya tujuan berpuasa itu?
C. PEMBAHASAN
1. Dasar hukum menunaikan puasa
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” QS. Al Baqarah: 183
2. Tujuan puasa
Pernahkan Anda melihat seekor ulat bulu? Bagi kebanyakan orang, ulat burlu memang menjijikkan bahkan menakutkan. Tapi tahukah Anda kalau masa hidup seekor ulat ini ternyata tidak lama. Pada saatnya nanti ia akan mengalami fase dimana ia harus masulk ke dalam kepompong selama beberapa hari. Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud lain : ia menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah. Jika sudah berbentuk demikian, siapa yang tidak menyukai kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka hiasan indah alami? Sebagian orang bahkan mungkin mencari dan kemudian mengoleksinya bagi sebagai hobi (hiasan) ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.
Semua proses itu memperlihatkan tanda-tanda Kemahabesaran Allah. Menandakan betapa teramat mudahnya bagi Allah Azza wa Jalla, mengubah segala sesuatu dari hal yang menjijikkan, buruk, dan tidak disukai, menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang senang memandangnya. Semua itu berjalan melalui suatu proses perubahan yang sudah diatur dan aturannya pun ditentukan oleh Allah, baik dalam bentuk aturan atau hukum alam (sunnatullah) maupun berdasarkan hukum yang disyariatkan kepada manusia yakin Al Qur'an dan Al Hadits.
Jika proses metamorfosa pada ulat ini diterjemahkan ke dalam kehidupan manusia, maka saat dimana manusia dapat menjelma menjadi insan yang jauh lebih indah, momen yang paling tepat untuk terlahir kemabli adalah ketika memasuki Ramadhan. Bila kita masuk ke dalam 'kepompong' Ramadhan, lalu segala aktivitas kita cocok dengan ketentuan-ketentuan "metamorfosa" dari Allah, niscaya akan mendapatkan hasil yang mencengangkan yakni manusia yang berderajat muttaqin, yang memiliki akhlak yang indah dan mempesona.
Inti dari badah Ramadhan ternyata adalah melatih diri agar kita dapat menguasai hawa nafsu. Allah SWT berfirman, "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya." (QS. An Nazii'at [79] : 40 - 41).
Selama ini mungkin kita merasa kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Kenapa? Karena selama ini pada diri kita terdapat pelatihan lain yang ikut membina hawa nafsu kita ke arah yang tidak disukai Allah. Siapakah pelatih itu? Dialah syetan laknatullah, yang sangat aktif mengarahkan hawa nafsu kita. Akan tetapi memang itulah tugas syetan. apalagi seperti halnya hawa nafsu, syetan pun memiliki dimensi yang sama dengan hawa nafsu yakni kedua-duanya sama-sama tak terlihat. "Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu karena syetan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala," demikian firman Allah dalam QS. Al Fathir [25] : 6).
Pada bulan Ramadhan ini, kita dianggap sebagai tamu Allah. Dan sebagai tuan rumah, Allah sangat mengetahui bagaimana cara memperlakukan tamu-tamunya dengan baik. Akan tetapi sesungguhnya Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita tahu adab dan bagaimana berakhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya yakni dengan menjaga shaum kita sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga belaka tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh kita ikut shaum.
D. PENUTUP
1. Kesimpulan
a. Ramadhan adalah bulan suci yang di dalamnya adanya kewajiban umat Islam berpuasa untuk menahan hawa nafsu
b. Tujuan puasa adalah peningkatan ketaatan dan kepatuhan terhadap Allah yang dinamakan taqwa.
2. Saran
Makalah ini masih jauh dari sempurna, sumbang saran dan kritikan yang membangun kami harapkan.
E. DAFTAR PUSTAKA
1. www. Al Qur’an in words
2. www. Manajemen Qolbu. Aa Gym.
KEUTAMAAN MENUNAIKAN SHOLAT
Oleh Mr. Kasiadi, S.Ag.,S.Pd.
Pondok Romadhon: Senin, 14 Agustus 2010
A. PENDAHULUAN
Sholat sebagai sarana rihlah rohani (wisata rohani) yang berfungsi merefressing/menyegarkan rohani sekaligus jasmani kita. Dengan adanya sholat, manusia akan hidup dalam pola tertib waktu, bersih serta berperilaku sehat. Oleh sebab itulah, maka Allah swt. Memberikankebiasaan tersebut melalui ibadah sholat yang secara rutin/istiqomah dilalukan minimal 5 kali dalam sehari-semalam. Adapun sholat tiada berguna bagi kita bila tidak adanya keihlasan dan kekhusyu’an dalam menjalankannya.
B. PERMASALAHAN
1. Apa dasar hukum sholat khusu’ itu?
2. Apa hikmah/keutamaan orang menunaikan sholat itu?
C. PEMBAHASAN
1. Dasar hukum menjalankan sholat dengan khusu’ dalam surat Al Mukminun: 1 - 2
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya”
2. Beberapa keutamaan orang yang mennunaikan sholat
a. Manajemen waktu (Disiplin waktu)
Allah mengingatkan kita 5 kali sehari. Tidak ada satu agama pun yang begitu intensif mengingatkan waktu selain Islam. Bahkan Allah bersumpah berkali-kali atas nama waktu. Wal'ashr, wal lail, wan nahar dan sebagainya. Karena manusia memang dibatasi waktu. Dan nilai manusia tergantung dari pada bagaimana dia menyikapi waktu. Kita pasti mati dan kita tidak tahu kapan mati.
b. Manajemen niat
Ternyata rahasia sholat dari niat. Qobla subuh, tahiyatul masjid dan sholat shubuh sama-sama 2 rakaat. Yang membedakan adalah niatnya. Rasulullah bersabda, Innamal 'amalu binniat, Setiap amal tergantung dari niat.
c. Manajemen sense of clean
Ternyata tidak ada satu pun yang berani melakukan sholat tanpa diawali wudhu atau tayamum. Proses bersih dari awal merupakan kunci sukses sholat yang khusyu. Berarti orang yang sangat mencintai bersih lahir batin itu adalah rahasia penting kesuksesan dunia akhirat.
d. Manajemen Tertib (Rukun Sholat Tertib)
Rupanya Allah SWT menjadikan hidup tertib teratur dengan proporsional adalah kunci sukses. Sholat itu dilakukan dengan tertib. Barang siapa yang hidupnya tidak teratur, tidak teratur makan sakit maag, tidak teratur tidur kesehatan terganggu, tidak teratur makan obat akan teracuni. Perkataan yang tidak teratur akan menimbulkan masalah, manajemen keuangan yang tidak teratur akan jadi bangkrut.
e. Tumaninah
Tumaninah ini artinya tenang. Ini yang sangat dahsyat dalam sebuah prestasi. Kita sering melakukan sesuatu tapi pada saat tubuh kita melakukan sesuatu pikiran kita tidak disana, hati kita tidak disana akibatnya prestasi apa yang bisa dicapai tanpa kehadiran konsentrasi.
f. Siap dalam segala situasi
Berdiri, ruku, sujud. Ketika berdiri akal lebih tinggi dari hati. Bagaimana saatnya mengolah akal kita. Suatu saat sedang ruku keseimbangan antara qolbu dengan akal, begitupun ketika sujud, akal harus tunduk kepada qolbu kita. Tidak takabur si akal dengan kecerdasannya. Tawadlu dengan qolbu subhanallah.
g. Salam
Sholat ditutup dengan salam. Dengan salam kita memberikan jaminan pada orang-orang disekitar kita. Bahwa kita berharap keselamatan. Dan saya bukan biang kezaliman bagi siapapun dan saya tidak akan merugikan siapapun.
D. PENUTUP
1. Kesimpulan
a. Sholat adalah ibadah yang membutuhkan perpaduan dua aktivitas antara rokhani dan jasmani yang saling mendukung
b.Pastilah hikmah sholat yang paling besar justru bisa dilihat ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Aktivitas hubungan sesama manusia, aktivitas mensejahterakan diri maupun orang lain, harus menjadi bukti adanya menunaikan sholat.
2. Saran
Makalah ini masih jauh dari sempurna, sumbang saran dan kritikan yang membangun kami harapkan.
E. DAFTAR PUSTAKA
1. www. Al Qur’an in words
2. www. Manajemen Qolbu. Aa Gym.
KUNCI HIDUP SUKSES
Oleh Mr. Kasiadi, S.Ag.,S.Pd.
Pondok Romadhon: Rabu, 18 Agustus 2010
A. PENDAHULUAN
Hidup adalah perjuangan yang memerlukan pengorbanan baik secara materiil maupun spirituil. Perjuangan tersebut tidak lepas dari peran sang Kholiq (pencipta alam semesta) yaitu Allah swt. yang mengatur sekaligus memutuskan nasib semua makhluk hidup di alam semesta. Kita hidup di dunia ini merupakan ujian baik yang berupa kebaikan maupun kejelekan yang nantinya kita akan merasakan pembalasan sesuai apa yang kita lakukan di dunia ini.
B. PERMASALAHAN
1. Apa dasar hukumnya bahwa Allah swt. berperan dalam kehidupan amal semesta?
2. Bagaimana kunci hidup yang sukses itu?
C. PEMBAHASAN
1. Dasar hukum bahwa mempunyai peranan dalam kehidupan ini
“Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.” QS. Ali Imron: 160
2. Kunci merai hidup sukses
a. Membangun Fondasi
Kalau kita hendak membangun rumah, maka yang perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adalah fondasinya. Karena, fondasi yang tidak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atapnya dibuat sekuat dan sebagus apapun.
Suatu ketika hancurlah keutuhan rumah tangganya itu karena beberapa faktor yang mungkin mental mereka tidak sempat dipersiapkan sejak sebelumnya untuk menghadapinya. Suami menjadi lupa diri karena harta, gelar, pangkat dan kedudukannya, sehingga tergelincir mengabaikan kesetiaannya kepada keluarga. Isteripun menjadi lupa akan posisinya sendiri, terjebak dalam prasangka, mudah iri terhadap sesamanya dan bahkan menjadi pendorong suami dalam berbagai perilaku licik dan curang. Anak-anakpun tidak lagi menemukan ketenangan karena sehari-hari menonton keteladanan yang buruk dan menyantap harta yang tidak berkah.
Lalu apa yang harus kita lakukan untuk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal, bahwa tiada kesuksesan yang sesungguhnya, kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan, maka segala aspek yang berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip, yakni sukses dengan dan karena pertolongan-Nya. Inilah yang dimaksud dengan fondasi yang tidak bisa tidak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan mernara gading kesuksesan.
b. Sunnatullah dan Inayatullah
Terjadinya seseorang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yang tidak diharapkannya, ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah artinya sunnah-sunnah Allah yang mewujud berupa hukum alam yang terjadinya menghendaki proses sebab akibat, sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studinya tepat waktu dan dengan predikat memuaskan. Keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam belajarnya, mempersiapkan fisik dan pikirannya dengan sebaik-baiknya, lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajarnya sedemikian rupa, sehingga melebihi kadar dan cara belajar yang dilakukan rekan-rekannya. Dalam konteks sunnatullah, sangat mungkin ia bisa meraih apa yang dicita-citakannya itu.
c. Rekayasa Diri
Lain halnya kalau ikhtiar dhahir itu diseiringkan dengan ikhtiar bathin. Mengawalinya dengan dasar niat yang benar dan ikhlas semata mata demi ibadah kepada Allah. Berikhtiar dengan cara yang benar, kesungguhan yang tinggi, ilmu yang tepat sesuai yang diperlukan, jujur, lurus, tidak suka menganiaya orang lain dan tidak mudah berputus asa.
Senantiasa menggantungkan harap hanya kepada Nya semata, seraya menepis sama sekali dari berharap kepada makhluk. Memohon dengan segenap hati kepada Nya agar bisa sekiranya apa-apa yang tengah diikhtiarkan itu bisa membawa maslahat bagi dirinya mapun bagi orang lain, kiranya Dia berkenan menolong memudahkan segala urusan kita. Dan tidak lupa menyerahkan sepenuhnya segala hasil akhir kepada Dia Dzat Maha Penentu segala kejadian.
D. PENUTUP
1. Kesimpulan
a.Hidup adalah pergerakan yang dinamis senantiasa bertumbuh dan berkembang untuk mencapai cita-cita (kesuksesan).
b.Kesuksesan hidup yang hakiki (sebenarnya) adalah ketenangan jiwa/hati yang diiringi perasaan bersyukur atas nikmat yang telah diterima serta segala usahanya selalu bersandar kepada ketentuan hukum Allah swt.
2. Saran
Makalah ini masih jauh dari sempurna, sumbang saran dan kritikan yang membangun kami harapkan.
E. DAFTAR PUSTAKA
1. www. Al Qur’an in words
2. www. Manajemen Qolbu. Aa Gym.
Seminar Romadhon 1431 H kelas X SMA Negeri 1 NGORO Mojokerto
Seminar Romadhon 1431 H kelas XI SMA 1 NGORO
Seminar Romadhon 1431 H kelas XII SMA 1 NGORO
Langganan:
Postingan (Atom)